Senin, 01 April 2013

Enam Cara Agar Kehidupan Single Anda Tak Terasa Hampa

Enam Cara Agar Kehidupan Single Anda Tak Terasa Hampa
Sebagai seorang single atau lajang, Anda bisa mengisi kehidupan Anda dengan apapun juga. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda menjalani hari-hari tanpa merasa hampa.
1. Terhubunglah dengan Tuhan.
Kebangunan rohani adalah urutan bisnis pertama untuk semua para lajang atau single. Ingatlah, hari-hari jomblo Anda adalah waktu yang tepat untuk memulai terhubung secara mendalam dengan Tuhan. Seperti Paulus katakan, masa sendiri adalah masa di mana Anda dapat memberikan "pengabdian yang tak terbagi kepada Tuhan" (I Korintus 7:35). Oleh karena itu, jadikanlah waktu Anda kini untuk mengenal Tuhan dengan membaca Alkitab, mempelajari Alkitab, dan menyembah-Nya.
2. Terhubunglah dengan Teman.
Menjadi single bukan berarti sendirian. Ibrani 10:24-25 mengatakan, "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. " Ketika Anda menjadi seorang Kristen dengan percaya di dalam Kristus, Anda menjadi bagian dari keluarga Tuhan juga. Dan dalam keluarga ini, Anda dipanggil baik untuk membangun dan dibangun.
3. Komitkan Diri Pada Kekudusan.
Dalam rangka untuk hidup dengan sukacita dan tak merasa hampa, Anda harus komitmenkan tubuh dan pikiran pada Tuhan. Ini bukanlah tugas yang mudah dalam budaya kita. Majalah, televisi, papan reklame, "teman-teman," dan kadang-kadang bahkan anggota keluarga mendorong apa yang tampaknya alami untuk dunia: pergaulan bebas, pornografi, nafsu, dan urusan.
Oleh karena itu, Tuhan memberikan Anda hikmat dan kekuatan agar Anda terhindar dari jalan yang menyebabkan rasa sakit dan kehilangan martabat ini.
4. Hiduplah dengan Gairah dan Tujuan.
Apa yang Anda sukai? Apa yang menggerakkan Anda? Apa minat Anda? Apa yang menjadi tujuan Anda? Jangan banyak menunggu, kejarlah semua hal tersebut. Fotografi, teologi, menulis, musik, bahasa, bangunan, memasak, tari, kedokteran, olahraga ... apapun yang membuat Anda bersemangat adalah penting untuk mengenali dan meraihnya.
5. Layanilah Sesama.
Melayani disini tidak harus dalam konteks gedung gereja. Segala hal yang Anda minati, apa pun itu bisa menjadi pelayanan Anda. Mungkin Anda yang suka masak bisa membuat makanan untuk keluarga yang sedang mengalami sakit. Bisa juga Anda yang suka olahraga, Anda bisa menjadi sparing partner bagi rekan Anda. Tuhan memberikan kita masing-masing bakat unik untuk tujuan memuliakan diri-Nya sehingga janganlah kita menyia-nyiakannya. 
6. Latihlah Pikiran dan Tubuh Anda Pada Hal-Hal Di atas.
Ada sukacita besar ketika mendedikasikan pikiran kita untuk mempelajari Firman Tuhan, tapi terlebih lagi jika kita menyembah-Nya dengan tubuh kita. Melatih pikiran dan tubuh dengan cara seperti ini adalah suatu disiplin besar yang memberikan Anda energi yang dibutuhkan untuk melayani Tuhan.
sumber http://www.jawaban.com/index.php/relationship/detail/id/80/news/130315145520/limit/0/Enam-Cara-Agar-Kehidupan-Single-Anda-Tak-Terasa-Hampa.html

Mitos Negatif Tentang Para Lajang

Mitos Negatif Tentang Para Lajang
Ketika usia sudah beranjak dewasa, pastinya Anda akan dihujani berbagai pertanyaan seperti: sudah punya pacar belum? Nggak berniat cari pacar? Kapan mau nikah? Tak hal nya muncul banyak sekali mitos atau stereotype dalam masyarakat mengenai status lajang. Beriku adalah beberapa contohnya:
#1 Lajang Kurang Bahagia
Menjadi seorang lajang bukan berarti kurang bahagia apabila dibandingan dengan mereka yang menikah. Para lajang tidak perlu dikasihani karena bukan sebuah jaminan bahwa mereka yang sudah menikah akan lebih bahagia dibandingan dengan mereka yang masih melajang.
#2 Lajang Selalu Kesepian
Menjadi seorang lajang bukan berarti tidak memiliki siapapun dalam hidup mereka. Banyak sekali para lajang yang memiliki orang-orang yang berperan penting dan sangat berarti dalam hidup mereka, serta koneksi dan kenalan dengan berbagai pihak, sesuatu yang tidak bisa dilakukan dengan bebas bagi mereka yang sudah menikah.
#3 "Perawan Tua" Hidup Terisolasi
Seorang wanita yang belum menikah pada usia tertentu sering digambarkan sebagai "perawan tua" yang secara konotasi dapat berarti "tidak laku". Namun pada kenyataannya, dewasa ini banyak sekali para wanita yang menunda pernikahan mereka karena berbagai alasan: karir, keluarga, dll. Dan mereka juga memiliki komunitas dan teman dekat yang berkomunikasi setiap hari.
#4 Lajang Tidak Berumur Panjang
Salah satu mitos yang dipercayai beberapa orang adalah bahwa lajang tidak berumur panjang. Namun hal ini juga tidak benar karena tidak ada hubungan langsung antara umur dan status seseorang.
#5 Lajang Berarti Egois
Beberapa orang berpendapat bahwa mereka menjadi lajang karena terlalu egois. Sebuah survey membuktikan bahwa para lajang lebih sering mengunjungi dan menjalin sosialisasi dengan orang di sekitarnya, serta lebih suka menolong dan bersosialisasi dengan para tetangga.
#6 Anak Dari orang Tua Tunggal Lebih Lama Lajang
Banyak mereka yang mengatakan bahwa anak yang dibesarkan dari orang tua tunggal cenderung berperilaku negative sehingga mereka akan lebih lama berstatus lajang. Pada kenyataannya, anak yang dibesarkan dengan kedua orang tuanya juga memiliki kemungkinan untuk berperilaku negatif. Jadi, hal ini tidak menentukan status lajang mereka.
#7 Lajang Memiliki Kondisi Fisik yang Kurang Sehat
Banyak yang beranggapan kondisi fisik para lajang menjadi kurang sehat karena mereka selalu berpesta setiap malam dan memakan makanan tidak sehat daripada makanan sehat yang dimasak di rumah. Para lajang memiliki keehatan yang sama dengan mereka yang sudah menikah.
#8 Lajang Menghabiskan Uang Untuk Hal yang Tidak Penting
Kebebasan yang dimiliki para lajang sering disalahartikan sebagai pemborosan yang tidak bertanggung jawab. Padahal, hal ini hanya karena para lajang memiliki kebebasan untuk membeli barang-barang yang mereka inginkan lebih dari para pasangan yang sudah menikah.
sumber http://www.jawaban.com/index.php/relationship/detail/id/80/news/130318151734/limit/0/Mitos-Negatif-Tentang-Para-Lajang.html

Apakah Gereja Katolik mengijinkan perkawinan beda agama?


Romo terkasih,
Saya 33 tahun. Calon saya non-kristiani, janda cerai tanpa anak. Kami sudah pacaran 3 tahun, saling mencintai dan menghormati agama masing-masing. Kami ingin menikah. Pihak keluarganya mau pernikahan Katolik, walaupun tahu, anak kami nanti harus dibaptis Katolik. Apakah Gereja Katolik mengijinkan “kawin campur” (beda agama)? Apakah calon saya harus dibaptis lebih dahulu?
Dari Leonardus.
Leonardus yang dikasihi Tuhan.
1.      Setiap perkawinan harus didasarkan pada cinta, artinya, “I for you” totally, without “you for me”, aku untuk kamu sehabis-habisnya, tanpa kamu untuk aku. Untuk itu periksalah calonmu secara cermat. Kalau calonmu lebih banyak “I for you”nya, malah sangat tipis “you for me”nya, nikahilah dia. Tetapi kalau calonmu itu tebal kedagingannya (=prinsip kenikmatan, suka mereguk keuntungan dari orang lain, dan “buta”, sehingga mudah salah pilih orang) lebih tebal daripada kerohaniannya (=mata batinnya tajam dan prinsip korban diri bagi kekasihnya), jangan nekat menikahinya.
2.    Semua agama melarang kawin beda agama. Hukum Gereja Katolik (c.1086, 1142) “Perkawinan beda agama tidaklah sah, kecuali ada ijin uskup”. Alasan gereja Katolik, bukan karena pihak lain itu kafir dan akan membawamu ke neraka, tetapi karena perbedaan paham mengenai dua hal, cinta dan perkawinan. Jangan-jangan paham cintanya itu “you for me” (kamu untuk aku), dan paham perkawinannya membolehkan poligami dan cerai-kawin. Namun walaupun beda agama, kalau sepaham dalam dua hal itu, uskup akan mengijinkannya.
3.    Perkawinan beda agama dalam gereja katolik membolehkan pihak non-katolik tetap memeluk agamanya sendiri, namun pihak non katolik harus mengijinkan anaknya dibaptis Katolik. Kalau demikian, perkawinan boleh diberkati dan diakui sah oleh gereja.
4.   Tapi U.U. Perkawinan 1974 pasal 2 hanya mengakui sah perkawinan di agama masing-masing. Atas dasar ini, kalau mau perkawinan diakui sah dan dicatat oleh negara, Kantor Catatan Sipil menuntut surat baptis kedua pihak. Nah, yang mudah jadi sukar. Malah mustahil.               
RD. B. Justisianto

http://www.santoyakobus.org/page/content/article/53/Apakah-Gereja-Katolik-mengijinkan-perkawinan-beda-agama-.html

7 Kiat Sukses Jadi 'Anak Baru' di Kantor


Menjadi anak baru di kantor memang bukanlah hal yang mudah. Jangan terjerumus dalam hal-hal kecil yang bisa membuat anda diasingkan. Pelajari 7 tips berikut ini. 

Setelah melalui proses rekrutmen yang menantang, kini saatnya Anda memasuki kantor baru. Seperti apa teman kerja, lingkungan, dan apakah mereka akan menyukai Anda tentunya membuat hati berdebar-debar. 

Jangan khawatir, selalu ada cara agar Anda mudah diterima. Ingat, jangan hanya fokus ke diri Anda tapi juga perhatikan lingkungan dan teman sekerja. 

1. Cara Berpakaian
Anda adalah anak baru di kantor. Jangan berharap teman sekerja langsung bisa mengenali kepribadian Anda. Penampilan luar merupakan salah satu poin kesan pertama Anda. Gunakan pakaian yang pantas dan tidak berlebihan di hari pertama bekerja. Seperti apa gaya berbusana di kantor baru bisa Anda pelajari saat datang wawancara atau ketika proses rekrutmen di kantor tersebut. Jika Anda belum pernah sama sekali mengunjungi kantor Anda, tak ada salahnya memilih pakaian yang lebih rapih ketimbang yang lebih santai. Ini adalah momen untuk menciptakan kesan pertama, pastikan pakaian yang dipilih bisa memberi gambaran seperti apa kepribadian Anda di tempat kerja. Jangan menggunakan aksesori atau makeup berlebihan yang seakan meminta perhatian. Bisa jadi hal tersebut malah membuat Anda menjadi bahan omongan miring di tempat kerja baru. 

2. Budaya Kantor
Mempelajari seperti apa budaya kantor baru Anda sangatlah penting. Ada kantor yang santai, formal, atau kombinasi antara keduanya. Pastikan Anda mempelajari dulu seperti apa budaya kantor Anda dari perilaku teman-teman sekerja, hubungan teman sekerja dengan atasan, dan sebaliknya. Ada kantor yang Anda bisa dengan santai menghampiri meja bos untuk berdiskusi, ada juga kantor yang bahkan Anda tak akan punya kesempatan untuk berbicara dengan bos besar Anda. Anda tentunya tak mungkin mengingat banyak hal dalam waktu yang singkat. Gunakan catatan untuk mengingat hal-hal yang penting.

3. Kepribadian yang Positif 
Dalam proses bekerja, suatu saat Anda pasti membutuhkan bantuan rekan kerja. Jangan bangun dinding yang tinggi pada hari pertama kerja. Sapa rekan kerja yang Anda temui dengan senyum. Untuk awal, cukup sapa dengan senyum atau hai. Tak perlu terlalu keras berusaha mengobrol seakan Anda sudah mengenal mereka lama. Terlalu 'sok akrab' malah akan membuat Anda dijauhi di tempat kerja. Biarkan hubungan Anda tumbuh secara alami lewat proses interaksi sehari-hari. Pada masa-masa awal kerja, jika ada ajakan untuk hang-out selepas kerja, usahakan untuk ikut serta. Lewat kesempatan yang lebih santai tersebut Anda bisa mengenal rekan kerja lebih jauh dan mengakrabkan diri. Usahakan untuk seimbang dalam mendekati berbagai jenis rekan kerja. Terlalu banyak mendekati rekan kerja laki-laki atau terlalu memilih mendekati atasan akan membuat Anda cepat jadi bisik-bisik kantor. 

4. Mengingat Nama & Posisi 
Ini merupakan hal yang penting untuk membangun kesan pertama. Usahakan untuk mengingat nama teman sekerja Anda, minimal yang satu bagian atau divisi. Anda juga bisa membuat semacam peta nama agar mudah mengingat. Gambar secara umum posisi duduk dan tulis nama teman Anda untuk memudahkan mengingat. Pilih satu atau dua orang yang Anda ingat betul, lalu minta bantuan mereka untuk mengingat nama-nama teman lainnya. Mengetahui posisi orang tersebut di perusahaan juga penting. Jangan sampai sikut-sikutan di lift dengan rekan sekerja yang ternyata salah satu orang penting di perusahaan Anda. Memang tidak mudah untuk melakukan hal tersebut dalam minggu pertama. Lakukan bertahap dimulai dari orang yang paling sering berinteraksi dengan Anda.

5. Bantu & Inisiatif
Salah satu cara untuk mudah disukai di tempat kerja baru adalah menjadi rekan kerja yang senang membantu dan berinisiatif. Tentunya lagi-lagi jangan berlebihan. Pastikan pekerjaan Anda tetap bisa diselesaikan walau harus membantu tugas rekan kerja. Jika pekerjaan Anda sudah selesai, jangan hanya berdiam diri dan menunggu penugasan selanjutnya. Tanyakan kepada atasan atau rekan kerja apa yang bisa Anda lakukan atau siapa yang bisa Anda bantu.

6. Semangat Bekerja 
Pernah saya memiliki rekan baru yang selalu datang telat dan sering pulang cepat. Hal tersebut tentunya bukan hal yang tepat untuk memberi kesan pertama yang baik. Usahakan selalu datang sedikit lebih cepat jika memungkinkan dan pulang setelah waktunya atau sudah ada rekan kerja lain yang pulang. Pelajari dulu bagaimana kebiasaan kantor baru Anda. Ada kantor yang karyawannya tidak pulang sebelum bosnya pulang. Ada juga yang bebas pulang pergi asal pekerjaan selesai. Untuk bulan-bulan awal selama Anda masih masa penilaian, usahakan selalu tepat waktu saat datang dan berkontribusi lebih. Setelah mempelajari kebiasaan perusahaan, pelan-pelan Anda bisa menyesuaikan diri. Salah satu kesan pertama yang harus dihindari adalah malas!

Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah meminimalisir kepentingan pribadi pada jam kerja. Usahakan sesedikit mungkin chatting, membuka situs jejaring sosial, atau izin untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. 
7. Hindari Bergosip 
Godaan terlibat bergosip memang kadang susah ditolak. Untuk masa-masa awal sebaiknya hindari terlibat dalam kegiatan pergosipan. Jangan sampai citra Anda sebagai anak baru menjadi miring karena ikut-ikutan berkomentar dan terlibat dalam tim gosip. Sebagai anak baru, sebaiknya perbanyakan teman daripada lawan. 
 Sumber http://id.she.yahoo.com/7-tips-sukses-jadi--anak-baru--di-kantor-.html

Jadi Karyawan atau Buka Usaha Sendiri?


Ada dua pilihan profesi untuk sandaran hidup masa depan: menjadi karyawan atau berwirausaha. Bagaimana menentukan pilihan yang lebih tepat untuk kita?

Konsultan Karir di Bina Sarana Informatika Heri Kuswara mengatakan, sejak kuliah di semester pertama mahasiswa harus sudah menentukan pilihan profesi: bekerja atau berwirausaha. Dilihat dari teori perjalanan karier, ujarnya, usia ideal mengambil keputusan profesi di bidang tertentu adalah 18 tahun. Keputusan inilah yang akan melatari bidang kompetensi yang akan didalami selama masa perkuliahan. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada tiga tahapan penting dalam perjalanan karier seseorang. Pertama adalah tahapan karier fantasi untuk anak usia 0-12 tahun. Di usia ini, cita-cita anak cenderung berubah-ubah, sesuai situasi, kondisi, berdasarkan interaksi dan apa yang dia lihat. 

Kedua adalah tahap perencanaan karier tentatif yang terjadi di kisaran usia 12-18 tahun. Di tahap ini seseorang sudah mulai memilah-milah profesi. “Misalnya dia ingin menjadi wartawan, tetapi kemudian mempertimbangkan risiko pekerjaan tersebut. Setelah mempertimbangkannya, ia ganti memilih profesi lain,” jelasnya.

Ketiga adalah tahap karir realistis. Di usia 18 tahun, tepatnya pada semester awal kuliah, setiap mahasiswa harus memasuki tahapan karir realistis. Idealnya mereka tidak lagi memilah-milah, tapi sudah memilih profesi yang sesuai minat dan didukung kompetensi. 

Artinya bila dia memilih menjadi seorang akuntan, maka minat tersebut harus didukung latar belakang keilmuan di bidang akuntansi.

Jika pilihannya adalah menjadi karyawan di sebuah perusahaan, maka mahasiswa perlu memiliki perencanaan karier jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Misalnya:

- Perencanaan karir jangka pendek (0-2 tahun) harus ada target menguasai/memahami ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki atau didalami. 
- Jangka menengah (2-5 tahun) targetnya adalah mengasah kemampuan yang dimiliki. 
- Jangka panjang (5 tahun ke atas) targetnya adalah memiliki keahlian dan pengalaman di bidang tersebut.


Sebaliknya, jika ingin menjadi pebisnis atau berwirausaha, berikut yang mesti dipersiapkan:

1. Sejak awal kuliah, kita harus belajar belajar bagaimana membuat perencanaan bisnis (business plan) yang baik.

2. Harus banyak bergaul dan berinterakasi dengan orang-orang di dunia usaha. Tujuannya supaya bisa masuk ke lingkungan dunia usaha.

3. Harus banyak mencari inspirasi dari success story (kisah sukses) para wirausahawan.

4. Bisnis sifatnya fluktuatif, ada masa naik dan turun. Agar kita bisa tetap menikmati bisnis di tengah situasi yang fluktuatif, maka pilihlah bisnis yang diminati, disukai, menjadi hobi, dan kita memiliki kompetensi di bidang tersebut.

Selanjutnya, pilihan ada di tangan Anda.
Sumber http://id.she.yahoo.com/jadi-karyawan-atau-buka-usaha-sendiri--082851115.html

Ternyata, Menikah itu Sehat!


Ghiboo.com - Tujuan pernikahan tak hanya sekedar mempererat ikatan yang sah. Namun juga memiliki banyak manfaat lainnya, seperti kesehatan.

Menikah ternyata membuat kesehatan Anda terus terjaga lebih baik. Hal ini sangat berbeda jauh dengan kondisi mereka yang bercerai, single atau berselingkuh. Berikut ini manfaat menikah yang perlu Anda tahu, yang dilansir melalui iDiva, Jumat (10/2).

Membuat Anda Lebih Bahagia

Pernikahan telah terbukti meningkatkan kebahagian. Pasangan menikah dan bahagia memungkinkan tubuhnya untuk melepas hormon senang. Inilah yang membuat Anda merasa lebih bahagia dan tidak marah-marah. Jika Anda sedang dalam suasana hati yang menyenangkan, semua orang positif tak akan menjauhi Anda.

Sistem Kekebalan Tubuh Lebih Baik

Menikah mendorong sistem imun seseorang. Orang yang menikah memiliki daya tahan tubuh yang lebih tinggi terhadap penyakit. "Anda akan lebih tenang. Sehingga membuat Anda kurang rentan terhadap pilek dan batuk," papar psikolog H'vovi Bhagwagar.

Mengurangi Sakit dan Nyeri

Ternyata, berada dalam hubungan yang stabil membuat Anda merasa aman untuk melewati semua masalah. Perasaan ini juga turut membantu mengatasi rasa dan nyeri yang lebih baik. Sebab, pasangan Anda akan selalu mendukung Anda untuk melewatinya.

Meningkatkan Konsentrasi

Pasangan yang peduli dan perhatian tak akan sungkan untuk berbagi peran dan tanggung jawab. "Pikiran kita tidak akan sibuk mengkhawatirkan anak di rumah atau bagaimana perasaan pasangan terhadap kita," tambah H'vovi. Hal ini memungkinkan Anda berkonsentrasi pada pekerjaan Anda.

Siklus Bulanan Teratur

Memang benar jika siklus haid wanita tergantung dari beberapa hal, termasuk kesehatan, gizi, dan stres. Wanita yang sudah berumah tangga cenderung tidak mengalami tekanan. Oleh karena itu, siklus haid mereka lebih teratur. 

Menjauhkan Penyakit

Orang yang sudah menikah lebih sedikit gelisah dan cemas tentang masalah sepele. Mereka tahu jika ia memiliki pasangan yang bisa dipercaya. "Perasaan saling mendukung membantu mereka untuk menangani setiap masalah dengan mudah. Sehingga, mereka bisa mengurangi tingkat stres, yang berkaitan dengan risiko tekanan darah, hipertensi dan migrain."

Nah, terbukti kan?
Sumber http://id.she.yahoo.com/ternyata-menikah-itu-sehat-143442162.html


Rabu, 13 Maret 2013

Cara Mengukur Berat Badan Ideal


BMI atau body mass index seseorang, diukur berdasarkan berat dan tinggi badan. Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui apakah berat badan seseorang underweight (di bawah normal), normal, overweight (di atas normal), atau obese (jauh di atas normal). BMI tidak diukur berdasarkan jenis kelamin ataupun usia. BMI juga tidak bisa dihitung jika orang tersebut dalam keadaan hamil, pada olahragawan, dan anak-anak, karena mereka masih dalam tahap tumbuh kembang.
Rumus perhitungan BMI adalah:
berat badan : (tinggi badan/100)2
Sebagai contoh, jika berat badan seseorang 50 kg dan tinggi badannya 160 cm, cara menghitung BMI-nya sebagai berikut:
BMI = 50 dibagi (160/100)2 = 50:2,56 = 19,53

Jika hasil perhitungannya di bawah 17, orang tersebut dikatakan underweight. Jika angkanya antara 18 hingga 21, maka indeks massa tubuhnya normal. Jika angkanya di atas 25, orang tersebut overweight, dan jika di atas 29 artinya orang tersebut sudah mengalami obesitas.

Underweight
Underweight atau berat badan dibawah normal bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor genetik, mengalami penyakit tertentu (misalnya diabetes), kekurangan nutrisi, atau mengalami gangguan pola makan seperti anoreksia ataupun bulimia. Agar berat badan bisa kembali normal, hal pertama yang harus dilakukan ialah mencari apa yang menjadi penyebabnya, misalnya jika ternyata orang tersebut mengalami anoreksia atau diabetes, gangguan tersebut harus disembuhkan lebih dulu.

Normal weight
Pertahankan berat badan yang normal dengan menjaga asupan Anda. Konsumsilah protein, lemak dan karbohidrat secukupnya, perbanyak makan sayuran, buah, dan banyak minum air putih, setidaknya 8 gelas sehari. Air amat dibutuhkan, karena 90% tubuh terdiri dari air. Dengan jumlah air yang cukup, lambung akan merespon dengan memberikan rasa kenyang, sehingga bisa membantu menekan selera makan.

Olahraga dan istirahat yang cukup juga diperlukan. Istirahat yang baik ialah dengan tidur nyenyak 5-8 jam di malam hari. Jika Anda mendengkur saat tidur atau sering terbangun, artinya tidur Anda kurang berkualitas. Hindari begadang karena justru akan membuat tubuh menjadi gemuk, karena metabolisme tubuh Anda yang seharusnya beristirahat, malah bekerja.

Overweight dan obese
Kegemukan diawali dengan pola makan yang tidak sehat, misalnya terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung protein hewani (seperti daging merah) dan yang tinggi karbohidrat (seperti nasi, mi, dan pasta).
“Lemak yang menumpuk, terutama di sekitar pinggang, bisa memicu banyak penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan kolesterol, dan asam urat. Penyakit-penyakit tersebut bisa menyebabkan terbentuknya plak pada pembuluh darah yang akan memicu penyakit jantung koroner”, ujar dr. Witri Rahmania.

Jika Anda mengalami kelebihan berat badan, segera turunkan secara perlahan dan bertahap. Yang paling penting adalah dengan menjaga pola makan, yaitu mengurangi karbohidrat, mengonsumsi lebih banyak serat, banyak minum air putih, dan berolahraga secara teratur.
  
Sumber: www.MeetDoctor.com
Penulis: Stephanie Firdaus
Direview oleh dr. Witri Rahmania yang berpraktik di Brawijaya Clinic